{"id":747,"date":"2014-03-30T16:34:58","date_gmt":"2014-03-30T09:34:58","guid":{"rendered":"http:\/\/www.kajiedan.com\/?p=747"},"modified":"2016-11-11T03:18:35","modified_gmt":"2016-11-11T03:18:35","slug":"7-pertanyaan-wisudawan-baru-tentang-wiraswasta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/2014\/03\/30\/7-pertanyaan-wisudawan-baru-tentang-wiraswasta\/","title":{"rendered":"7 Pertanyaan Wisudawan Baru Tentang \u2018Wiraswasta\u2019"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_748\" aria-describedby=\"caption-attachment-748\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-748\" alt=\"&quot;WISUDA SARJANA.. bukanlah suatu tujuan akhir, ini baru awal dari sebuah perjuangan hidup\u201d\" src=\"https:\/\/kajiedan.co\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/WISUDA-SARJANA.jpg\" width=\"300\" height=\"203\" srcset=\"https:\/\/kajiedan.co\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/WISUDA-SARJANA.jpg 564w, https:\/\/kajiedan.co\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/WISUDA-SARJANA-300x204.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-748\" class=\"wp-caption-text\">&#8220;WISUDA SARJANA.. bukanlah suatu tujuan akhir, ini baru awal dari sebuah perjuangan hidup\u201d<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tanya jawab 7 pertanyaan wisudawan baru tentang \u2018Wiraswasta\u2019 bersama Kaji Edan..<\/p>\n<p><strong>1. Menurut Anda, di tengah sulitnya mencari pekerjaan, seberapa penting mencoba untuk berwiraswasta? <\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Mencoba berwiraswasta?? 101% penting.. kira-kira begini penjelasannya menurut versi saya.<\/p>\n<p>Harus kita sadari bahwa Kalian memang sedang sial..<br \/>\nKalian diluluskan dan diwisuda pada saat Negara Tercinta ini sedang berantakan.<br \/>\nPemerintah kita telah gagal untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, menjaga kewibawaan serta kepastian hukum, hal tersebut berakibat larinya para investor yang artinya semakin sedikit lapangan pekerjaan di sektor swasta.<\/p>\n<p><strong>Sedangkan untuk menjadi pegawai negeri??<\/strong><br \/>\nSaya berani jamin,\u201d Hanya akan 1% Wisudawan yang bisa menjadi pegawai negeri tanpa KKN dan memberikan \u2018Uang Muka\u2019 \u201c<\/p>\n<p><strong>Oleh karenanya..<\/strong><br \/>\nMenurut saya, \u201cWalaupun sedikit terlambat, tetapi ada baiknya kita segera mencoba berwiraswasta\u201d. Dengan mencoba berwiraswasta berarti kita akan mencoba pula menggali potensi diri dan mengaktualisasikannya .<\/p>\n<p>Saya katakan terlambat, karena memang sebaiknya sejak kecil yang namanya \u2018berwiraswasta\u2019 mulai kita kenal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p><\/blockquote>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><strong>2. Apa sebenarnya kelebihan mengambil jalur wiraswasta di banding mencari kerja? <\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Semakin cepat mengambil jalur wiraswasta, semakin cepat pula kita akan mengetahui kemampuan serta potensi yang ada pada diri kita serta tetap terus mengasah otak untuk selalu mencari \u2018jalur rejeki\u2019\u2026<\/p>\n<p><strong>Hal di atas itu saya rasa lebih bermanfaat dari pada:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Ke Gramedia mencari buku panduan \u2018<em>Cara-cara membuat Surat Lamaran Kerja<\/em>\u2019<\/li>\n<li>Beli Koran untuk ngelihat kolom Lowongan Pekerjaan.<\/li>\n<li>Mengetik puluhan surat lamaran kerja<\/li>\n<li>Photocopy puluhan lembar ijasah SD hingga Sarjana<\/li>\n<li>Bolak-balik Ke kantor Polisi mencari SKKB<\/li>\n<li>Masih minta duit ke ortu untuk ongkos ngirim atau nganterin surat lamaran<\/li>\n<li>Minta duit lagi untuk ikutan test di Jakarta atau manapun<\/li>\n<li>Membuang waktu berminggu-minggu untuk menunggu surat jawaban yang pasti isinya \u201cMohon maaf..bla..bla..bla..\u201d yang intinya TIDAK DITERIMA.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Kelebihan-kelebihan lain jalur Wiraswasta (sekali lagi ini juga menurut saya):<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Tidak akan pernah dipusingkan dengan yang namanya birokrasi di dunia pekerjaan kita karena kitalah yang akan menciptakan si\u2019Birokrasi\u2019 itu, bayangkan jika menjadi pegawai baru.. kayak Opspek bok..<\/li>\n<li>Dapat lebih mengatur waktu, rejeki, lokasi kerja dari pada menjadi pegawai.<\/li>\n<li>Lebih bisa menjadikan hidup ini \u2018penuh warna\u2019, sebab tidak terjebak rutinitas seperti halnya Pegawai.<\/li>\n<li>Dan yang lebih serem\u2026 \u201ckita bisa punya pegawai..\u201d<\/li>\n<\/ol>\n<\/blockquote>\n<p><strong>3. Resiko semacam apa yang mungkin dihadapi ketika memilih untuk berwiraswasta? <\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Resiko..<br \/>\nSaya rasa semua pilihan jalan hidup kita pasti mengandung resiko.. Dengan bekal \u2018Pola Pikir\u2019 sarjana tadi, seharusnya kita sudah dapat memandang, mengamati dan mengeliminir si-\u2018Resiko\u2019.<\/p>\n<p>Menurut saya..<br \/>\nResiko terkecil dari wiraswasta adalah \u2018Bisnis Seret\u2019..<br \/>\nSejauh pengamatan saya, kemungkinan terbesar hal ini timbul karena kemalasan si pelaku bisnis untuk melihat dan membuka peluang.<\/p>\n<p>Resiko terbesar adalah gulung tikar..<br \/>\nSiapapun pelaku Wiraswasta pasti akan tersentak setiap terbayang yang namanya \u2018Gulung Tikar\u2019\u2026 bahkan saya sendiripun tidak pernah berani membayangkannya. Oleh karenanya kita harus setiap saat mencegah dan menghalau si-\u2019Gulung Tikar\u2019 ini agar tidak mendekat pada bisnis kita.<\/p>\n<p>Selain karena \u2018Kehendak Allah\u2019 (force majeur).. Penyebab gulung tikar terbesar adalah gagalnya kita memanage Hawa Nafsu, terutamanya Nafsu Harta (untuk cepat dapat untung besar), walaupun nafsu Wanita dan Nafsu Tahta (orang jawa bilang: Ora kuwat kanggonan bondho) juga besar kontribusinya.<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>4. Menurut pengalaman Anda, bagaimana cara memulai wiraswasta yang baik?<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Tidak bisa kita pungkiri, faktor gen berbicara disini.. Yang saya maksud kira-kira begini:<br \/>\n<em>Bapaknya Polisi, besar kemungkinan dan lebih mudah bagi anaknya jadi polisi juga.\u00a0Bapaknya Pegawai Negeri, anaknya jadi pegawai negeri.\u00a0Orang tuanya \u2018Bakul Pasar\u2019.. akan lebih mudah pula bagi anaknya untuk jadi pedagang.<\/em><\/p>\n<p>Sejak kecil, seorang anak pasti sudah mengamati lingkungannya, seperti halnya yang saya alami.. Awalnya Ibu saya jualan di Pasar Beringharjo, kemudian jualan mebel, rumah saya nempel dengan toko mebel tersebut, akhirnya saya mempunyai tekad untuk bisa cari duit tapi ngantornya di rumah.<\/p>\n<p>Alhamdulillah sekarang berhasil ngantor di rumah, sehingga roda bisnis saya memang saya atur dari rumah. Nah rupa-rupanya hal tersebut juga tidak lepas dari pengamatan anak saya yang baru duduk di kelas 3 SD. Sejak kelas 2 dia sudah mencoba (tanpa saya suruh) jualan Es dan kue bikinan sendiri (padahal rasane ora enak blass..). Ada yang dia edarkan keliling kampong sama temen2nya, ada juga yang dia titipkan di warung depan rumah.<\/p>\n<p>Jadi..<br \/>\nSaya rasa akan lebih mudah bagi temen-temen wisudawan yang mempunyai orang tua \u2018Bakul Pasar\u2019 untuk segera memulai berwiraswasta. Akan tetapi bukan berarti \u2018tidak bisa\u2019 bagi temen-temen yang lain.<\/p>\n<p>Langkah Paling Awal yang harus kita lakukan sebelum terjun berwiraswasta adalah:<br \/>\nMENGENALI SIAPAKAH DIRI KITA..<\/p>\n<p>\u2018Kejujuran\u2019 mutlak diperlukan untuk hal yang satu ini.. Kalo hasil perenungan kita mengatakan bahwa \u2018diri kita\u2019 hanya menguasai sisi Produksi, maka segeralah berfikir untuk mencari teman yang menguasai Marketing, demikian juga sebaliknya..<br \/>\nSebab biasanya orang masih belum bisa membedakan dan cenderung mensalahartikan \u2018Wiraswasta\u2019 dengan \u2018Mandiri\u2019.<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>5. Setahu Anda, seberapa besar kontribusi ilmu yang diperoleh di kampus terhadap bidang yang Anda ambil? <\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Pola pendidikan di negara kita telah gagal menciptakan \u2018MANUSIA SIAP PAKAI\u2019.<br \/>\nMereka baru bisa sampai ke taraf membedakan \u2018Pola Pikir\u2019. Paling tidak \u2018Pola Pikir\u2019 Lulusan Sarjana akan lain dengan \u2018Pola Pikir\u2019 lulusan SMA, SMP ataupun SD.<\/p>\n<p>Banyak temen-temen mahasiswa yang terjebak dalam suatu kerangka pemikiran \u201cbelajar giat, mengejar IP &amp; WISUDA\u201d. Ternyata setelah kita lulus dan terjun langsung ke kancah pertempuran yang sesungguhnya\u2026 baru kita sadari bahwa \u201cWISUDA SARJANA.. bukanlah suatu tujuan akhir, ini baru awal dari sebuah perjuangan hidup\u201d<\/p>\n<p>Ibarat agen polisi di film Hollywood, ijasah Sarjana itu baru merupakan SURAT IJIN PEGANG PISTOL..Tapi kenyataannya mereka belum tentu bisa menembak dengan baik.. apalagi membidik sasaran dengan tepat.. Maka saya salut jika sering terlihat beberapa polisi lalu lintas yang sadar untuk menyimpan PISTOLnya di laci kantor, dan dia berjaga di perempatan dengan sarung pistol yang mereka isi dengan BUKU TILANG (ini menurut saya termasuk Polisi yang inovatif..)<\/p>\n<p><strong>Jadi kesimpulannya menurut saya: minimal kita sudah dibekali \u2018Pola Pikir Sarjana\u2019..<\/strong><br \/>\n<strong> Itu <em>thok<\/em>, alias \u2018hanya itu\u2019\u2026<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p><strong>6. Bagaimana sebaiknya lulusan menghadapi pandangan masyarakat, yang tetap percaya bahwa bekerja lebih bergengsi daripada berwiraswasta (karena pada awalnya, wiraswasta tentu tidak langsung besar)?<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Jangan kawatir\u2026<br \/>\nMasyarakat memang sadis..<br \/>\nTapi mereka pasti akan segera berubah pandangan mana kala kita bisa naik Mercy S-320 dan banyak beramal untuk kegiatan sosial mereka.<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>7.<\/strong> <strong>Menurut Anda, apa yang harus diajarkan di perguruan tinggi agar lulusannya di masa depan lebih mampu untuk berwiraswasta?<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Mungkin ada baiknya Perguruan Tinggi kita belajar lagi dan menengok kurikulum yang diajarkan di SMKK..<br \/>\nPraktek, terjun ke masyarakat harus imbang dengan teori..<br \/>\nItu kuncinya supaya lulusan perguruan tinggi lebih mampu untuk berwiraswasta..<br \/>\nNah,..ini yang namanya buka kartu:<\/p>\n<p><strong>(TAPI, INI RAHASIA..TENAN\u2026.JANGAN BILANG-BILANG KE DEKAN FAKULTAS TEKNIK\u2026)<\/strong><\/p>\n<p>Semenjak semester III kuliah, saya sudah lari ke Jakarta untuk mencoba mencari \u2018Jalur Rejeki\u2019\u2026 Pulang 3 bulan sekali untuk ikut mid-semester dan semesteran.. Absen saya titipin ke temen-temen.. <em><strong>(sssst\u2026 janji yaa.. jangan bilang-bilang..Tenan kiiii\u2026.!)<\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanya jawab 7 pertanyaan wisudawan baru tentang \u2018Wiraswasta\u2019 bersama Kaji Edan.. 1. Menurut Anda, di tengah sulitnya mencari pekerjaan, seberapa<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":748,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-747","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wiraswasta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/747","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=747"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/747\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2811,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/747\/revisions\/2811"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/748"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=747"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=747"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=747"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}