{"id":646,"date":"2014-03-17T09:20:18","date_gmt":"2014-03-17T02:20:18","guid":{"rendered":"http:\/\/www.kajiedan.com\/?p=646"},"modified":"2016-11-11T03:31:19","modified_gmt":"2016-11-11T03:31:19","slug":"kiat-menjadi-karyawan-yang-handal-part-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/2014\/03\/17\/kiat-menjadi-karyawan-yang-handal-part-2\/","title":{"rendered":"Trik Menjadi Karyawan Yang Handal..  (Part 2)"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-641\" alt=\"Cara Menjadi Karyawan Handal\" src=\"https:\/\/kajiedan.co\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/Karyawan-Handal-1-300x225.jpg\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/kajiedan.co\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/Karyawan-Handal-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/kajiedan.co\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/Karyawan-Handal-1-768x576.jpg 768w, https:\/\/kajiedan.co\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/Karyawan-Handal-1.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>Gini..<\/strong><br \/>\nSaya akan coba nulisnya \u00a0teratur,\u00a0 sistematis dan urut sejak masuk kerja hingga saya diberhentikan dengan hormat yaa..\u00a0 Maksud saya, biar temen-temen\u00a0 gampang ngikutinya yes.. tapi nak <em>ndilalahnya<\/em> ada yang sedikit <em>mlumpat-mlumpat<\/em>, ya maafkan saya.. Lha wong aslinya saya ini ngga <em>nduwe<\/em> aturan jee.. Hehe<\/p>\n<p>Dan pendekatan penulisan ini (hahaha sok koyo&#8217; penulisan ilmiah), akan saya coba bahas dari dua arah sudut pandang yang berbeda.. Hehe..<\/p>\n<p><strong>Satu, sudut pandang karyawan..\u00a0<\/strong><br \/>\nItu artinya apa yang telah saya alami selama 17 tahun jadi karyawan..<\/p>\n<p><strong>Trus yg kedua, sudut pandang Boss..\u00a0<\/strong><br \/>\nYaitu ketika si Arief saya anggap sebagai karyawan saya&#8230; (Hahahahahahaa modyaar kwe rif, lagi iki aku nduwe kesempatan nguyo-uyo kwe..)<\/p>\n<p>Btw, tulisan ini lanjutan dari ulasan sebelumnya: <a title=\"Permanent Link to Trik Menjadi Karyawan Yang Handal.. (1)\" href=\"http:\/\/www.kajiedan.com\/trik-menjadi-karyawan-yang-handal-1\/\" rel=\"bookmark\">Trik Menjadi Karyawan Yang Handal.. (Part 1)<\/a><\/p>\n<p>Jadi ngga hanya nulis dengan gaya subyektifitas seorang karyawan memandang dunia nya dan pengalaman pribadinya ajaa.. Biar imbang, maka akan Kita lihat juga kira-kira apa yg terjadi di sisi Boss, atau suasana hati si Boss atas langkah-langkah yang diambil oleh si Karyawan.. Hehe TOOP tho??<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.kajiedan.com\/kiat-menjadi-karyawan-yang-handal-part-2\/\"><strong>Mari kita mulai&#8230;.<\/strong><\/a><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Duluu.. Waktu saya masuk kantor Athamindo Karga milik Om saya, pertama kali yang saya lakukan adalah pengamatan, pendekatan, pengamatan, pendekatan..\u00a0 Gituuuuu terus selama dua bulan pertama&#8230;<\/p>\n<p><strong>Maksudnya gimana??<\/strong><br \/>\nGini.. dalam suasana kondisi apapun, yang namanya ada &#8216;<span style=\"text-decoration: underline;\">orang baru<\/span>&#8216; masuk ke dalam suatu sistem yang lebih dahulu berjalan, (<em>mbuh<\/em> itu jalannya bagus, atau kacau balau yaa..) Pasti akan ada penolakan dari para penghuni lama (entah itu terbuka atau hanya dalam hati mereka)..<\/p>\n<p>Lha kalau masalah besar atau kecilnya kualitas penolakan itu sih relatif, tapi kalau saya amati.. aslinya penolakan itu timbul hanya \u00a0karena adanya rasa\u00a0was-was, khawatir jika &#8216;zona nyaman&#8217; mereka\u00a0akan terusik.. Apalagi yang masuk ada predikat &#8216;orang-nya si Boss&#8217;..<\/p>\n<p>Selain 2 poin di atas, hal lain yang biasanya dilakukan oleh penghuni lama adalah membanding-bandingkan sosok baru dengan orang lama yang digantikan&#8230; Mulai dari fisik, cara pakaian, cara ngomong, dll..<\/p>\n<p>Dan ada satu lagi, mencoba menebak nebak sifat dan sikap Si Orang Baru.. lha gimana mau bener tebakannya, lha wong namanya aja orang baru.. baru ketemu koq.. hehe<\/p>\n<p>Maka, untuk mempermudah dan mempercepat proses &#8216;tebak-menebak&#8217; yang akan mereka lakukan, waktu itu Saya ambil langkah\u00a0<strong><em>mendahului.<\/em><\/strong>.. Ngga cukup cuman menyambangi atau ngobrol-ngobrol di meja kerja mereka.. <span style=\"text-decoration: underline;\">Tapi saya datangi skalian rumah mereka satu persatu..<\/span><\/p>\n<p>Biasanya, waktu itu, alasan yang saya pakai awalnya minta nebeng atau minta pulang bareng naik PPD sampe terminal Blok M, trus sebelum sampai terminal, minta diajak mampir ke rumahnya.. saya bilang waktu itu, karena bujang, kalau langsung balik juga ngapain, sendirian di rumah (padahal waktu itu saya tinggal di salah satu kamar di rumah Om saya..hehe)<\/p>\n<p>Pada Awalnya mereka sok keberatan, tapi akhirnya mau juga.. wong aslinya, mereka tuh seneng juga kalau dikunjungi.. itu kan sifat manusiawi normal, &#8216;<em>seneng dikunjungi<\/em>&#8216;.. hehe, bener kan..\u00a0 Situ juga gitu kan??<\/p>\n<blockquote><p>Diakui atau tidak diakui, dimunculkan atau tidak, Aslinya, pasti ada kesenangan atau kebanggan tersendiri kalo ada temen, apalagi atasan yang mampir ke rumah kita..<\/p><\/blockquote>\n<p>Dan saat itu, akhirnya\u00a0Saya langsung kenalan sama istri\/suami mereka.. Bahkan anak-anaknya maupun anggota keluarga mereka&#8230; Haahahaa <em>modyaaaar<\/em>.. <em>Mateek<\/em> mereka..\u00a0suara keluarga sudah terlibat dan kita sandera.. hihihi<\/p>\n<p>Alhasil, besuknya di kantor, dengan rekan yang kemarin saya kunjungi rumahnya, langsung cair&#8230;.\u00a0 Baik dalam ngobrol maupun kerjasama pas menggarap kerjaan, saya langsung dianggap seperti layaknya sedulur yang sudah lama kerja bareng&#8230; Kalau ngga percaya.. Coba aja, pasti tok cer..!!<\/p>\n<p>Tapi ya itu..\u00a0 Saya ingatkan, bagi yang kerja diperusahaan garmen, atau pelintingan rokok.. Kan jumlah Karyawane 6000.. Ya jangan didatengin rumahnya <em>kuaaabeh<\/em> doong.. 5 tahun kerja yaa ngga rampung-rampung..hiihihi..<\/p>\n<blockquote><p>Intinya, setidaknya lakukan pada teman-teman satu satu lantai..atau satu ruangan, atau minimal satu kesatuan kecil lingkup kerja anda aja..<\/p><\/blockquote>\n<p>Gimana?? Dah berapa kali kalian berkunjung ke rumah teman kerja anda..?? Hehe.. Ayo Coba aja, pasti tok cer koq..!!<\/p>\n<p><strong>Lanjuuuuuuuuuut&#8230;.<\/strong><\/p>\n<p>Nah sampai sekarang ini, klo ada karyawan baru di rumah saya, pasti sekitar 2 bulan pertama ngga pernah tak suruh- suruh, apalagi langsung kasih tugas yang berat.. ngga bakalan daah..<\/p>\n<p>Sebab aku mikirnya, lha wong untuk penyesuaian ama sekitarnya\u00a0aja pusing dia, opo maneh dapet tugas berat&#8230;(lha untuk kebenarannya, bisa dicek ke mas Bibit aja via emailnya.. Kan dia katanya pernah berbulan-bulan ikut ngerjain proyeknya si Darno, staf ahli Taman dan Perkewanan di rumah saya..hihihi)<\/p>\n<p>Sebenarnya, buat saya, 2 bulan itu skaligus juga cukup waktu untuk melihat di mana kemampuan serta keahlian si anak itu.. Lha kalau 2 bulan koq statis.. Pindahkan tugas anak itu ke kantor.. Serahkan ke Arief.. Hahhahaa biar dia yang pusing mendidik anak tersebut..<\/p>\n<p>Kalau urusan staf kantor, wis, saya mending ngga ikut-ikut..\u00a0 Mending biar arief ama dik Taufik yang ngurusin.. hehe lha wong saya ini, udah lebih dari 10 tahun juaraaang ke kantor.. Males berangkatnya.. hehe<\/p>\n<p>Kalau staf saya di rumah.. Lha mbok driver skalipun, saya bebaskan koq memakai semua fasilitas yang ada di rumah saya.. Harapan saya, memacu mereka agar berpikir maju dan ada\u00a0<span style=\"text-decoration: underline;\">keinginan<\/span> pada mereka untuk mempunyai nya sendiri, tentunya secara halal lho yes..<\/p>\n<p>Nah, kenapa saya berbuat itu, sebab jaman saya jadi karyawan, Om saya, yang sekaligus Boss saya.. Selalu memberikan fasilitas ke saya (sebagai karyawannya) untuk dapat menggunakan barang-barang milik pribadinya secara bertanggung jawab demi kemajuan sang karyawan dan perusahaan..<\/p>\n<blockquote><p>Jadi intinya, kita sebagai karyawan, bisa koq mendapatkan fasilitas penunjang seperti apapun lah demi kemajuan kita dan perusahaan.. Syaratnya, buktikan kita mampu..<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Mampu apa? Ya mampu merawat fasilitas itu, mampu menunjukkan kemajuan dan mampu memberikan nilai lebih pada perusahaan atau Boss kita.. Dan yang paling utama, mampu meyakinkan itu semua pada Boss kita..<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"cara menjadi karyawan handal bagian 2\" src=\"https:\/\/kajiedan.co\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/cara-menjadi-karyawan-handal-bagian-2-300x225.jpg\" width=\"300\" height=\"225\" \/><\/p>\n<p>Hehe, saya mau cerita hal yang sepele, contohnya meja bilyard.. Darno ama Jarman tuh dulu ngga bisa main.. Eh, pas saya pulang kemarin, mungkin karena kalau pas saya lagi di Perth, tiap hari mereka latihan.. Lha 4:2 jee saya kalah ama Darno.. Untung aja terselamatkan adzan magrib.. Kalau ngga, bisa malu saya dibabat Darno.. Hehe..<\/p>\n<p>Dan aseem nya, koq dia ngga pura-pura ngalah yaa sama saya?? Koq ngga seperti yang temen-temen kantor lakukan kalau pas diajak golf pimpinannya yaa.. Heheee.. aseem tenan si Darno kwi..<\/p>\n<p><strong>&#8230;.. Bersambung ke Bagian 3\u2026\u00a0 &gt;&gt; <\/strong><a title=\"Permanent Link to Trik Menjadi Karyawan Yang Handal.. (Part 3)\" href=\"http:\/\/www.kajiedan.com\/trik-menjadi-karyawan-yang-handal-part-3\/\" rel=\"bookmark\">Trik Menjadi Karyawan Yang Handal.. (Part 3) <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gini.. Saya akan coba nulisnya \u00a0teratur,\u00a0 sistematis dan urut sejak masuk kerja hingga saya diberhentikan dengan hormat yaa..\u00a0 Maksud saya,<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":641,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-646","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-petuah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/646","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=646"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/646\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2817,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/646\/revisions\/2817"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/641"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=646"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=646"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=646"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}