{"id":58,"date":"2006-06-07T10:20:03","date_gmt":"2006-06-07T10:20:03","guid":{"rendered":"http:\/\/www.kajiedan.com\/?p=58"},"modified":"2006-06-07T10:20:03","modified_gmt":"2006-06-07T10:20:03","slug":"punyakah-anda-gen-wiraswasta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/2006\/06\/07\/punyakah-anda-gen-wiraswasta\/","title":{"rendered":"Punyakah anda Gen Wiraswasta ?"},"content":{"rendered":"<p><strong>Seri Wiraswasta: Punyakah anda Gen Wiraswasta ???<\/strong><\/p>\n<p>Ini  aku tulis.. karena banyak temen-temen di japri yang sering bertanya dan  bercerita tentang jalur usaha.. ceritanya sebagai berikut:<\/p>\n<p><em>&gt;&gt;&gt;Sujatmiko  wrote:<\/p>\n<p>Mas Onny&#8230;<br \/>\nTentune mas Onny mulai bisnis dengan Modal &amp; Gen mendukung?<br \/>\nLha kalo ngga punya  modal &amp; gen tidak mendukung..trus gimana&#8230; ada gambaran mas?<\/em><\/p>\n<p>Jawab saya:<br \/>\nAgak ngga\u2019 pas dugaanmu dik..<br \/>\nSaya tidak memulai Bisnis saya dengan &#8216;Punya Modal &amp; Gen yang mendukung&#8217;..<br \/>\nyang betul, aku memulainya dengan &#8216;Tanpa modal tapi dgn Gen yg mendukung&#8217;..<br \/>\nlain lho..<br \/>\n<!--more--><br \/>\nKondisi Start usaha seseorang itu bisa macem-macem dan berbeda-beda:<\/p>\n<p>1. Punya Modal &amp; Punya Gen<br \/>\nIni  biasanya dialami oleh anak-anaknya pengusaha, sehingga dengan \u2018gampang\u2019  mereka meneruskan atau mengembangkan usaha orang tuanya. Kalaupun  membentuk usaha baru.. pada awal bisnisnya, biasanya bidangnya nggak  jauh-jauh dari usaha ortunya.<br \/>\nTapi dari golongan ini tidak akan  banyak didapati yang dari golongan non-keturunan di Indonesia  (baca:pribumi), sebab biasanya yang paling ngetren terjadi di \u2018wong  sugih\u2019 pribumi adalah..  \u2018Anak orang kaya pribumi biasanya rusak di  tengah jalan..\u2019<\/p>\n<p>2. Punya Modal tapi nggak Punya Gen<br \/>\nKebanyakan anak pejabat tergolong dalam poin ini..<br \/>\nkarena orang tuanya gampang dapat duit &amp; \u2018kaya\u2019, maka 2 kemungkinan pengusaha yang biasanya timbul:<\/p>\n<p>\u2022 Kalau anaknya bodoh,<br \/>\nKarena  sering mbolos dan ngga\u2019 keterima kerja di mana-mana, lalu dia  \u2018diperankan\u2019 menjadi Wiraswastawan, trus dengan \u2018fasilitas\u2019 yang  didapatkan dari \u2018kewenangan\u2019 orang tuanya maka dia akan mendapatkan  proyek terus utamanya di wilayah kerja orang tuanya.. type ini cuman  nunggu waktu kapan jatuhnya, bisa jatuh lebih dahulu dari \u2018jabatan\u2019  bapaknya, tapi biasanya usaha mereka \u2018kompak\u2019 bubar jalan bersamaan  dengan lepasnya \u2018jabatan\u2019 ortunya.<\/p>\n<p>\u2022 Kalau anaknya Pinter,<br \/>\nkarena  dia pinter, maka \u2018tidak malu-maluin\u2019 jika dengan \u2018fasilitas\u2019 bapaknya  menjadi salah satu staf penentu di proyek-proyek pemerintahan.. biasanya  mereka \u2018di bawah meja\u2019 duduk menjadi direktur atau komisaris salah satu  kontraktor di kantornya.. ini umur bisnisnya biasanya juga berbanding  lurus dengan jabatannya..<\/p>\n<p>3. Nggak Punya Modal tapi Punya Gen<br \/>\nMungkin golongan ini yang akan paling banyak kita dapati..<br \/>\nBiasanya  ini terjadi pada anak-anaknya bakul pasar, bakul bakso, bakul warteg,  etc.. Karena sudah ada contoh (kasus-kasus orang tuanya) maka mereka  biasanya lebih gigih untuk \u2018meningkatkan\u2019 taraf kehidupannya.. Pada  golongan ini, jenis usaha yang akan timbul bisa beraneka ragam dan belum  tentu sama dengan jenis usaha orang tuanya terdahulu.. Dan biasanya  yang akan terjadi adalah: Punya Gen + Gigih = Sukses<\/p>\n<p>4. Nggak Punya Modal &amp; Tidak Punya Gen<br \/>\nSeingat saya..<br \/>\nsaya  belum pernah ketemu WIRASWASTAWAN yang lahir dari golongan ini, tapi  saya yakin pasti tetep ada.. Dari golongan ini  yang saya temui  \u2018biasanya\u2019 akan jadi karyawan, jadi kalaupun ada yang sukses dari  golongan ini, pasti karena dia jadi &#8216;KARYAWAN YANG HANDAL&#8217;, bukan  WIRASWASTAWAN. Tapi kalau temen-temen nemuin contoh sosok WIRASWASTAWAN  dari golongan ini, tolong saya diberi tahu.. nanti kita amati dan  cermati bersama..<\/p>\n<p>Dan bagi temen-temen yang merasa termasuk  golongan ini, jangan berkecil hati dulu.. sebab setelah kita bisa  menjadi &#8216;KARYAWAN YANG HANDAL&#8217; mungkin ceritanya akan lain, sebab kita  akan punya &#8216;modal&#8217;.. andaikanpun bukan berupa uang.. dapat juga  berupa  &#8216;Jaringan&#8217; (&#8216;Network&#8217;)<\/p>\n<p>OK?<br \/>\nIni gara-gara tergelitik pertanyaanmu,  Dik Miko.. Aku cerita sedikit dulu yaa..<br \/>\nini baru prolog-nya saja lho.. belum sampai inti crito &#8216;WIRASWASTA&#8217;<br \/>\nmakannya jangan menggelitik saya untuk ceritera panjang..<\/p>\n<p>Sebetulnya,  lebih baik kalau semakin banyak bergaul dengan beberapa teman yang  punya pengalaman berusaha. Insya Allah setelah bertemu dengan mereka,  saya yakin pertemuan itu akan membawa gambaran dan secercah harapan..<\/p>\n<p>Meskipun begitu, &#8216;secercah harapan&#8217; itu masih harus ditindak lanjuti dengan yang saya namakan <strong>&#8216;LOMBA LARI LOMPAT GAWANG&#8217; yang tak pernah finish..<\/strong><br \/>\n(masalah yang ini nanti kita bahas di Wiraswasta Bab yang lain..)<\/p>\n<p>Yang jelas, pesan saya&#8230;<br \/>\n<strong>Tolong disimpulkan sendiri :))))<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seri Wiraswasta: Punyakah anda Gen Wiraswasta ??? Ini aku tulis.. karena banyak temen-temen di japri yang sering bertanya dan bercerita<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-58","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wiraswasta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}