{"id":23,"date":"2011-03-05T02:26:34","date_gmt":"2011-03-05T02:26:34","guid":{"rendered":"http:\/\/www.kajiedan.com\/?page_id=23"},"modified":"2011-03-05T02:26:34","modified_gmt":"2011-03-05T02:26:34","slug":"saya-di-mata-widi","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/saya-di-mata-widi\/","title":{"rendered":"Saya di mata Widi"},"content":{"rendered":"<p>Koma pernah dialami Ir. Onny Hendro, 35  tahun. Waktu itu, tahun 1995, rekan saya ini mengalami kecelakaan di tol  Cikampek. Mobilnya terbalik di jalur pembatas. Ia tak ingat siapa yang  nyopiri. Yang pasti, teman satu mobilnya meninggal setelah koma lebih  dari empat tahun.<\/p>\n<p>Onny &#8221;hanya&#8221; koma 25 hari. Dan, selama tidur  panjang itu, ia seperti menghadapi layar lebar perjalanan hidupnya.  Segala ulah Onny dan perilaku kenalan dia tersorot diputar ulang.  Buntutnya, begitu sadar, beragam kebusukan orang di layar itu melekat  pada otak Onny. Ia muak oleh kemunafikan mereka.<\/p>\n<p>Selain itu,  &#8221;Saya menjadi sensitif, peka,&#8221; katanya. Melihat seseorang, langsung  bisa membaca pikiran dan kelicikannya. Onny memang tak berani menjamin  ramalannya 100% jitu, tapi paling tidak 70-80% oke. Bukan hanya itu, ia  juga merasa ucapannya bertuah. &#8221;Saya takut bicara yang jelek-jelek,&#8221;  katanya.<\/p>\n<p>Maka, sifat pemarahnya pun ditekan. Bila ada orang yang  mencemooh, mencaci, menghina, memfitnah, bahkan seumpama meludahi pun,  tidak akan dibalasnya. Padahal, dulu Onny dikenal sebagai preman yang  main tempeleng. Perilakunya berubah total. Hidup itu harus bermanfaat  bagi orang lain.<\/p>\n<p>Kini Onny prihatin atas moral bangsa ini yang  nyaris hilang kepekaan dan tak punya rasa malu. Misalnya, tinggal di  kompleks mentereng, mobil berderet, tapi giliran dimintai sumbangan  untuk kepedulian sosial, aduh pelitnya minta ampun. Uangnya cuma  menetes. Tak sebanding dengan rezeki dari Allah.<\/p>\n<p>Maka, di mata  Onny, berbuat baik itu terasa jadi barang langka. Karena itu, ia ingin  memberi keteladanan. Nasihat &#8221;jika tangan kananmu memberi, tangan  kirimu jangan sampai tahu&#8221; tidak sepenuhnya disepakati. Ia memberi  justru berharap agar amalnya diketahui orang, dengan catatan: &#8221;Tuhan,  tolong tutup keran keriya&#8217;an saya.&#8221;<\/p>\n<p>Dan, jika Islam mewajibkan  zakat 2,5%, Onny bisa menyisikan 60% rezekinya untuk zakat, infak, dan  sedekah. Ia mengibaratkan diri sebagai talang air, yang sekadar basah.  Konsep meringankan umat ini, alhamdulillah, justru membuat rezeki Onny,  yang juga memiliki sekitar 100 karyawan itu, tidak pernah kekurangan.<\/p>\n<p>Rezeki  datang tanpa dinyana. Bayangkan, saat keluar dari rumah sakit, Onny  masih punya utang Rp 4 juta. Rumah dan mobilnya ludes. Tapi, enam bulan  kemudian, ekonominya pulih. &#8221;Itu sangat sulit dinalarkan. Tak masuk  akal,&#8221; katanya, sembari geleng-geleng kepala dan menyebut kebesaran  Allah.<\/p>\n<p>Hidupnya pun tanpa keserakahan. Jika ada sanak atau teman  perlu bantuan, ia tak segan-segan menolong. Kendati orang yang ditolong  itu belakangan ngemplang plus menjelek-jelekkan, Onny tetap menggusur  kebencian dari otaknya. Maka, kala rekan itu datang tanpa malu dan minta  tolong, &#8221;Ya, saya menolongnya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Esai Widi Yarmanto (GATRA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Koma pernah dialami Ir. Onny Hendro, 35 tahun. Waktu itu, tahun 1995, rekan saya ini mengalami kecelakaan di tol Cikampek.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"class_list":["post-23","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/23","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/23\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kajiedan.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}