TIDAK MUNGKIN ADA BEKAS GURU

Tidak bisa kita pungkiri, masa SMA adalah masa terindah.., setidaknya itulah pendapat para pencipta lagu yang juga saya yakini.., masa di mana kita bisa semaksimal mungkin mengaktualisasikan diri tanpa mikirin beban ekonomi.

Lho Lha iya khan.., lha wong masa-masa itu temen-temen saya yang kost ada juga yang sudah mulai belajar menciptakan metode ‘Makan Mewah, Kiriman Turah’..!!! Asem tenan kok mereka itu..,hehehe, tapi bagaimanapun juga saya salut lho.., mereka itu biasanya ‘Pinter-Pinter’ dan berhasil meramu serta menyatukan jiwa kreatifitas dengan jiwa ‘ndableg’ yang dimilikinya guna melancarkan studinya.., hehehe TOP.

Sebener-benernya.., hanya pelajaran Biologi Pak Gathot tentang ‘Simbiosis Mutualisme’ itulah satu-satunya pelajaran yang melekat erat dalam benak saya.., waktu itu saya pelajari bener-bener, saya salami, saya resapkan dalam hati dan saya amalkan sepenuh hati.

Caranya mudah kok.., sering-sering saja ajak temen yang pinter dan kost tadi ke rumah, otomatis kan mereka ikut makan di rumah.., setelah kenyang, ajak belajar atau ngerjain tugas.., terus ntar saya tinggal ‘nurun’ atau ngikut mereka aja tugas kelompoknya.., pokoknya sampai lulus, ulang-ulang terus metode itu.., dijamin beres deeh PR-PR sekolah dan metode itu saya laksanakan selama 3 tahun masa sekolah, bahkan saya lanjutkan hingga kuliah berakhir hihihihi.

Harus diakui, bisa masuk SMA TELADAN saat itu adalah ‘Cita-Cita Luhur’ bagi anak-anak SMP Yogyakarta utamanya.., sekaligus menjadi kebanggaan bagi orang tuanya jika diterima. “Setidak-tidaknya akan memudahkan siswa guna melanjutkan dan diterima di UGM, ITB ataupun STAN..”, kira-kira begitulah yang ada dalam benak orang tua serta siswa SMA TELADAN saat itu.

Dan ternyata benar itulah yang ada dibenak teman-teman saya waktu itu, tapi tidak dengan saya.. Lha gimana sempet mikir UGM atau STAN ?? Baru seminggu masuk sekolah, saya benar-benar menyadari dan meyakini bahwa saya ‘tersesat’.

Mosok masuk sekolah, sekolah baru 6 hari kok sudah ‘disetrap’ dan ‘keponthal-ponthal’ mengikuti pelajaran.. Lha padahal itu baru masa perkenalan kan?? belum masuk ke materi pelajaran sebenernya.., “modyaaar..”, batin saya waktu itu.

Hingga akhir semester 1 pun nilai raport saya ‘pas-pasan’, kalau tidak salah saya rangking 37 dari 44 siswa.., itupun masih menyisakan nilai yang tertahan tidak dituliskan terlebih dahulu karena saya belum mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan guru mata pelajaran tersebut.

Saya lupa tugas apa ya waktu itu? tapi satu yang pasti saya ingat!!!. Mata pelajarannya adalah Biologinya Bu Prapti.., Hehehe.., kenapa hanya ingat Bu Prapti nya? ya karena Bu Prapti waktu itu adalah guru biologi yang cantik dan baik hati.., jadi lumrah tooh kalo ‘terpatri’ di memori.., hehe.

Bu prapti.. waktu mengajar saat itu

Bu Prapti inilah yang secara tidak sengaja telah menyadarkan serta memberi inspirasi bagi saya untuk terus belajar dan berjuang di SMA TELADAN.., serta menambah keyakinan saya akan pepatah lama “Tidak Ada Kebetulan di Dunia ini.., semua itu harus ‘diupayakan’..”, hehehe aneh kan, tapi ini benar-benar yang terjadi..

Jadi gini ceritanya, sejak jaman SD hingga SMP desa saya tuh belum ada listrik.., sehingga kalau nonton TV masih pakai Accu.., trus setiap seminggu sekali Accu itu habis stromnya.., lalu musti di-strom-kan di kios penyetruman Accu.

Ééé.. Lha kok yaa pemilik kiosnya tuh suaminya Bu Prapti.., jadi saya sering ketemu dan berkomunikasi dengan beliau saat menyetrumkan ataupun mengambil Accu yang sudah penuh stromnya kalau pas kebetulan suaminya tidak ada di kios.., saat-saat itu sama sekali saya ngga mbayangin kalau Bu Prapti kelak akan mengajar saya di SMA TELADAN.. Lha wong sayapun ngga pernah kebayang juga klo bisa ketrima masuk SMAN 1 Yogyakarta yang TOP saat itu.

Tanpa saya sadari sebelumnya, ‘perkenalan’ kami menyebabkan Bu Prapti dengan sabar membimbing saya yang bodho ini dan rela menunggu saya menyelesaikan tugas SMA saat itu, dari pada harus menulis nilai jelek pada raport saya.., itu yang paling penting.. hehe

Sehingga ‘entah benar, entah tidak’ hal itu menyebabkan saya mengambil kesimpulan sbb: “Kalo mengenal secara pribadi dengan baik, pasti guru-guru akan memberi perhatian lebih & ngga bakalan tega nulis nilai jelek pada raport kita..”.

Sejak itu saya mulai melaksanakan ‘ilmu pendekatan secara kekeluargaan’ pada hampir semua guru. Dan tau ngga temen-temen..hasilnya manjur, “TIDAK ADA YANG TEGA NULIS ANGKA 6 DI RAPORT SAYA”.

Jadi meskipun Pak Pandi dan Pak Muji sering ‘memvonis’ saya dengan angka 3 di ulangan harian, tetep saja beliau ngga tega nulis angka 6 di raport saya..,hihi.. Ya tapi gitu dèh, tetep saja hasil NEM mata pelajaran kimia saya ‘Tidak Tertolong’.. 4,75 hiiikss ajuuuur.

Di sisi lain, terus terang saya sampe sekarang ngga nemu-nemu jawabannya,“kenapa jaman sekolah dulu koq saya Baduung banget yaa??”.. Walaupun bukan tipikal yang brutal trus suka berantem gitu, tapi kok yaa selalu pengin usiiil kalau pas pelajaran.. Bingung dhéwé aku.

Oleh karenanya.. Sebagai rasa menyesal dan permohonan maaf saya kepada bapak-ibu guru yang pernah terkena usilan saya dulu, nanti tulisan ini akan saya akhiri dengan kalimat permohonan maaf.

Semoga Bapak- Ibu guru yang masih sugeng sempat membaca tulisan ini dan memaafkan saya dan bagi yang sudah ‘mendahului kita’, kelak saya akan datangi khusus & minta maaf di akherat…, semoga saya sempat dipertemukan dengan beliau-beliau.

Asli, saya sangat bersyukur dapat kesempatan sekolah di SMA TELADAN.., sebab waktu itu hampir semua gurunya senior dalam mengajar, hingga saat inipun saya selalu bersyukur dan selalu mengakui dalam hati bahwa,”Lebih dari 50% pemilik saham kesuksesan ‘pencapaian’ saya saat ini adalah milik para guru yang telah mendidik saya”. Oleh karenanya kepada bapak-ibu guru yang saya cintai, maafkanlah kenakalan muridmu ini.

Dan Alhamdulillah hubungan dengan bapak-ibu guru pengajar saya itu masih terjaga dengan baik hingga saat ini.. insya Allah beliau-beliau masih ingatlah dengan nama saya.. Setidaknya, masih inget kenakalan saya lah.., hehe.., dan ‘ILMU PENDEKATAN’ pun masih ampuh saya gunakan hingga sekarang.

Hubungan baik inipun, melalui PAMANTU  (Paguyuban Mantan Guru & TU SMA teladan Yogyakarta) akan saya jaga terus sampai akhir hayat saya.., dengan satu-satunya pesan & harapan: “Besuk ketika harus melalui ‘jembatan Shirotol Musthaqim’, saya yakin karena amal jari’ah Bapak-Ibu guru pasti lolos.., tapi mohon tunggu hingga saya lewat ya Pak & Bu guru.., dan pun jika saya harus jatuh, plis.., mohon sampaikan dan teriakkan pada para malaikat penjaga jembatan.. bahwa saya anak baik..” 🙄😁🙏🙏

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *